Pada kesempatan ini saya akan mereview web usability dari suatu situs e-commerce Indonesia yang merupakan salah satu tugas mata kuliah Interaksi Manusia Komputer. Situs yang akan direview yaitu belanjabatik.com yang menyediakan layanan penjualan batik secara online. Berikut adalah screenshoot awal web tersebut :

Menurut Jacob Nielsen, usability adalah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah user interface untuk digunakan yang mengacu pada metode untuk meningkatkan kemudahan penggunaan selama proses desain.

Usability didefinisikan oleh lima komponen berikut:
1. Learnability : Seberapa mudah pengguna untuk menyelesaikan task-task dasar pertama kalinya mereka bertemu desain?
2. Efisiensi : Seberapa cepat pengguna dapat melakukan task-task setelah pengguna mempelajari desain?
3. Memorability : Seberapa mudah pengguna dapat menggunakan desain dengan baik setelah suatu periode tidak menggunakannya?
4. Errors : Berapa banyak kesalahan yang dibuat pengguna, seberapa parah kesalahan ini, dan bagaimana pengguna dapat dengan mudah memperbaiki kesalahan?
5. Satisfaction : Bagaimana tingkat kepuasan pengguna dalam menggunakan desain?

Dalam melakukan evaluasi usability suatu antarmuka, Nielsen juga mengembangkan metode Heuristic Evaluation untuk membantu mengidentifikasi masalah yang terkait rancangan antarmuka. Nielsen Heuristic Evaluation meliputi :

1. Visibility of system status : Sistem dapat memberikan informasi kepada pengguna tentang apa yang terjadi pada system.
2. Match between system and the real world : Sistem harus ‘berkomunikasi’ dalam bahasa yang biasa digunakan oleh pengguna. Kata, frasa, dan istilah yang digunakan mengikuti kebiasaan yang ada.
3. User control and freedom : Pengguna kadang memilih pilihan yang salah dan memerlukan opsi ‘emergency exit’. Pengguna dapat keluar dari keadaan akibat pilihan yang salah tersebut tanpa perlu melewati kegiatan tambahan lainnya. Adanya dukungan undo dan redo.
4. Consistency and standards : Pengguna tidak harus berpikir apakah kata, situasi, dan aksi yang berbeda ternyata memiliki arti yang sama.
5. Error prevention : Sistem didesain sehingga mencegah pengguna melakukan kesalahan dalam penggunaan sistem. Bisa dilakukan dengan menggunakan pilihan konfirmasi.
6. Recognition rather than recall : Meminimalkan beban memori pengguna dengan membuat objek, aksi, dan pilihan yang ada visible (jelas).
7. Flexibility and efficiency of use : Mempermudah pengguna untuk melakukan kegiatannya dengan lebih cepat.
8. Aesthetic and minimalist design : Dialog seharusnya tidak mengandung informasi yang tidak relevan atau tidak terlalu diperlukan.
9. Help users recognize, diagnose, and recover from errors : Pesan kesalahan harus dijelaskan dalam bahasa yang jelas, menjelaskan masalah dan memberikan solusi.
10. Help and documentation : Sistem menyediakan bantuan dan dokumentasi yang berisi informasi tentang penggunaan sistem.

Untuk pembahasan mengenai web usability selengkapnya akan dibahas pada postingan selanjutnya.